(function() { (function(){function c(a){this.t={};this.tick=function(a,c,b){var d=void 0!=b?b:(new Date).getTime();this.t[a]=[d,c];if(void 0==b)try{window.console.timeStamp("CSI/"+a)}catch(l){}};this.tick("start",null,a)}var a;if(window.performance)var e=(a=window.performance.timing)&&a.responseStart;var h=0=b&&(window.jstiming.srt=e-b)}if(a){var d=window.jstiming.load;0=b&&(d.tick("_wtsrt",void 0,b),d.tick("wtsrt_","_wtsrt", e),d.tick("tbsd_","wtsrt_"))}try{a=null,window.chrome&&window.chrome.csi&&(a=Math.floor(window.chrome.csi().pageT),d&&0=c&&window.jstiming.load.tick("aft")};var f=!1;function g(){f||(f=!0,window.jstiming.load.tick("firstScrollTime"))}window.addEventListener?window.addEventListener("scroll",g,!1):window.attachEvent("onscroll",g); })();

Wednesday, November 28, 2007

Kekayaan Bangsaku...

Sekali2 pengen bicara sesuatu yang serius ahhh….gw pengen bahas HERITAGE bangsa ini. Panas banget rasanya lagi2 denger kalo kekayaan bangsa kita diakui bahkan dipatenkan bangsa lain…segitu rendahnya kah bangsa ini bahkan gag bisa mengakui kekayaan terutama ragam budayanya sendiri…

Dari mulai batik, wayang, lagu “Rasa Sayange” , sampe ke tarian REOG PONOROGO pun ikutan diaku oleh negara yang selama ini kita akui sebagai serumpun. Sebel banget rasanya, koq ya bisa mereka mengakui sesuatu yang bukan karya mereka. Sebagai anak bangsa ini…gw sangat geram. Bahkan sampe2 ini berimbas ke hubungan gw dengan seorang sahabat di Malaysia…gw sempet sms gini:

Shella : hey Shah, macam mana tuh negaramu, menyabotase indo heritage, apa tak ada kerjaan lain selain menghina indo!!! I hate you !!!

Shah : Huh?ada apa niy she. Tak ada hujan badai u hate me??ada news apa ke? I tak ada dengar apa2…

Shella : diindo lg ramai pasal M’sia akui lagu Rasa Sayange sbg M’sia heritage. Apa u tak baca news???

Shah : disini tak ada ramai pasal tuh…oh ya??? I tak paham pasal tu..duh she, yang I tahu that song kan from indo, kita pernah nyanyikan berduet waktu diOsaka

Shella : yup that’s right. I know sebab u tak tahu. Ur media, dicontrol by Gov. so no bad issue about this…yg jelas I benci sangat!!!!

Shah : duh she…sebab pasal ni u hate me...kenapa kita pusingkan pasal lagu??jutaan muslim di afgan teraniaya kita tak pikirkan…sudah ya..?janganlah ngambek??

Shella : Ok…sorry…I emosi…

That’s it…bahkan disana pun tak ada warga negaranya yang mempermasalahkan atau mendengar persoalan ini. Karna emang disana seluruh media baik cetak maupun elektronik dikendalikan sama pemerintahnya. Yaa kayak zaman orde baru dulu deh. Tapi bukan berarti hal ini kita diamkan…!!! Rasanya sudah terlalu banyak penghinaan sebagai bangsa dan negara yang kita terima dari negara lain. Entah karna pertimbangan politik atau apa…pemerintah kita terkesan lembek menanggapi ini. Hanya mengirimkan nota protes…walah kalo Cuma nota protes sih gw juga bisa…

Yang bikin emosi gw makin menjadi gara2 REOG PONOROGO diakuin sbg Tari Barongan oleh Malaysia. Gw sebagai anak bangsa ini dan sebagai orang jawa timur…MARAH!!!apa-apaan ini??? Kenapa gag sekalian aja semua kekayaan budaya kita diakuin sama mereka. Biar bangsa ini kalo mo di cap sebagai bangsa yang miskin dan hina jangan setengah2…

HERITAGE, adalah kekayaan bangsa berupa apapun yang dimiliki oleh suatu bangsa. Yang diciptakan atau ditemukan oleh rakyat negara ini. Waktu tempe diakui dan dipatenkan sama negara jepang…apa kita tidak pernah berpikir, bagaimana rasanya jadi si penemu & kreator tempe?? Yang kalo gw pernah baca jelas-jelas adalah orang INDONESIA…kenapa bisa diakui Jepang?? Emangnya orang jepang tiap hari makan tempe??? Gak kan???tapi hanya karna kelemahan kita, lagi2 potensi yang kita miliki diakui oleh bangsa lain. Begitupun waktu lagu Rasa Sayange ataupun Reog Ponorogo diakui sebagai kekayaan bangsa Malaysia…apa tidak pernah terpikirkan, betapa terhinanya warga Maluku dan masyarakat Ponorogo??? Sebuah karya tidak bisa lahir tanpa campur tangan ALLAH. Gw yakin dan pastikan…ALLAH memberikan karunia pada masyarakat Maluku buat menciptakan Rasa Sayange dan memberikan berkah pada masyarakat Ponorogo buat menciptakan Reog Ponorogo. Yang lebih lucu bahkan sebetulnya yang membawa atau menyebarkan Reog Ponorogo itu adalah sekelompok seniman ponorogo beberapa tahun yang lalu diundang ke Malaysia. Mereka menyajikan tarian bahkan mengajarkan kepada masyarakat local…Subhanallah….dimanakah naluri bangsa itu???

Renungkanlah teman….apakah memang kita adalah bangsa yang miskin dan hina???

Labels:

3 Comments:

Post a Comment

<< Home